Unsur-unsur Pajak Berdasarkan Definisi dan Karakteristiknya

Sebelumnya telah dijelaskan tentang CIRI DAN KARAKTERISTIK PAJAK BERDASARKAN DEFINISINYA, selanjutnya kita akan membahas apa saja unsur-unsur yang terdapat dam definisi dan karakteristik pajak tersebut.

Dikutip dari Buku Hukum Pajak yang diterbitkan, Rochmat Soemitro berpendapat bahwa unsur-unsur pajak adalah:[1]

  1. Ada masyarakat (kepentingan umum)
  2. Ada undang-undang
  3. Pemungut pajak-penguasa masyarakat
  4. Subyek Pajak-Wajib Pajak
  5. Obyek Pajak-Taatbestand
  6. Surat Ketetapan Pajak (fakultatif)

Sementara itu B. Sukismo[2] menyimpulkan bahwa pajak memiliki unsur-unsur sebagai berikut:

  1. Iuran rakyat kepada negara, yang berhak memungut pajak hanyalah negara, iuran tersebut berupa uang (bukan barang).
  2. Berdasarkan undang-undang, Pajak dipungut berdasarkan atau dengan kekuatan undang-undang serta aturan pelaksanaannya.
  3. Tanpa jasa timbal atau kontraprestasi dari negara yang secara langsung dapat ditunjuk. Dalam pembayaran pajak tidak dapat ditunjukkan adanya kontraprestasi individual oleh negara. 
  4. Digunakan untuk membiayai rumah tangga negara, yakni pengeluaran-pengeluaran yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Dari kedua pendapat tersebut dapat kita simpulkan bahwa pajak merupakan pungutan dari pemerintah kepada rakyat yang dapat dipaksakan berdasarkan undang-undang untuk membiayai pengeluaran pembangunan tanpa ada kontraprestasi secara langsung kepada masyarakat pembayar pajak.

[1] Rochmat Soemitro, 1992, Op. Cit., hal. 10.


[2] B. Sukismo, Usaha Memahami Dasar-Dasar Perpajakan, Modul I Kuliah Hukum Pajak FH UGM, Yogyakarta, 2001, h. 1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.