Jenis Pajak Berdasarkan Kriterianya

Pajak dapat dikelompokkan kedalam berbagai jenis dengan mempergunakan kriteria-kriteria tertentu. Pajak dapat dilihat dari segi administratif yuridis, dari segi titik tolak pungutannya, berdasarkan sifatnya dan berdasarkan kewenangan pemungutannya.

Daftar Isi

Dari Segi Administratif Yuridis

Penggolongan pajak dari sisi ini akan menghasilkan apa yang sering dikenal dengan pajak langsung dan pajak tidak langsung. Kedua jenis pajak tersebut masih dapat dibagi lagi ke dalam dua segi yang lain, yaitu dari segi yuridis dan segi ekonomis.

Dipandang dari segi yuridis, suatu jenis pajak dikatakan sebagai pajak langsung apabila dipungut secara periodik, yakni dipungut secara berulang-ulang tidak hanya satu kali pungutan, dengan menggunakan penetapan sebagai dasarnya. Sedangkan pajak tidak langsung dipungut secara insendental (tidak berulang-ulang).

Sedangkan dari segi ekonomi Suatu jenis pajak dikatakan sebagai pajak langsung apabila beban pajak tidakdapatdilimpahkan kepada pihak lain. Berdasarkan titik tolak pungutannya; sedangkan pajak tidak langsung adalah suatu jenis pajak dimana pihak wajib pajak dapat mengalihkan beban pajaknya kepada pihak lain.

Berdasarkan Perbedaan Pajak Dari Jenis Pungutannya

Dengan menggunakan dasar titik tolak pungutannya ini akan  menghasilkan dua jenis pajak, yakni pajak subyektif dan pajak obyektif.

Pajak subyektif adalah pajak yang pengenaannya berpangkal pada diri orang/badan yang dikenai pajak (wajib pajak). Sedangkan Pajak Obyektif yaitu pajak yang pengenaannya berpangkal pada objek  yang dikenai pajak dan untuk mengenakan pajaknya harus dicari subyeknya, Jadi pertama-tama yang dilihat adalah obyeknya terlebih dahulu.

Berdasarkan Sifat Pembagian Pajak

Berdasarkan sifatnya pembagian pajak dengan mendasarkan sifatnya ini akan memunculkan apa yang disebut sebagai pajak yang bersifat pribadi (Persoonlijk) dan pajak kebendaan (Zakelijk).

Pajak yang bersifat pribadi (Personlijk), yakni pajak yang dalam penetapannya memperhatikan keadaan dari diri serta keluarga wajib pajak.

Sedangkan Pajak yang bersifat kebendaan (Zakelijk) adalah pajak yang di pungut tanpa memperhatikan diri dan keadaan si wajib pajak. Pajak yang bersifat kebendaan ini umumnya merupakan pajak tidak langsung.

Penjelasan lengkap bisa di baca melalui ebook Hukum Pajak yang bisa dibeli melalui link berikut https://websiteayu.com/buku-hukum-pajak/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.