Syarat-syarat Menjadi Wali Dalam Perkawinan

Pada materi sebelumnya telah dijelaskan mengenai macam-macam wali yang dijelaskan berdasarkan hukum perkawinan Islam.

Diantaranya yaitu Wali Mujbir, Wali Ghoiro Mujbir yang termasuk didalamnya adalah wali hakim yang dalam hal ini dilimpahkan kepada Kepala Pengadilan Agama setempat atau orang yang ditunjuk untuk mewakili sebagai wali perempuan.

Dalam penunjukannya sebagai wali baik itu wali Mujbir maupun wali Ghoiro Mujbir harus memiliki syarat-syarat yang di atur dalam agam Islam, diantara syarat tersebut yaitu:

  • Dewasa dan berakal sehat
  • Laki-laki
  • Beragama Islam
  • Orang merdeka
  • Tidak berada dalam pengampuan (Mahjur Alaih), karena orang yang berada di bawah pengampuan tidak dapat berbuat hukum dengan sendirinya. Kedudukannya sebagai wali merupakan suatu tindakan hukum.
  • Berpikiran baik
  • Adil

Dari syarat yang ditentuka diatas seorang wali dalam perkawinan Islam haruslah seorang laki-laki yang beragama Islam, dewasa dan berakal sehat. Kemampuan untuk berbuat adil dan mempunyai pikiran yang baik serta merdeka juga menjadi syarat wajib bagi seorang wali untuk seorang perempuan.

Seseorang yang masih berada dalam pengampuan atau masih memiliki wali tidak diperbolehkan menjadi wali karena dia tidak dapat menentukan suatu hukum bagi dirinya sendiri sedangkan kedudukan sebagai wali merupakan suatu tindakan hukum yang dibebankan kepadanya.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.