Pengertian Talak dan Putusnya Perkawinan Dalam Islam

Meskipun melakukan perkawinan itu pada dasarnya ditujukan untuk selama-lamanya, namun adakalanya ada sebab-sebab tertentu yang mengakibatkan perkawinan tidak dapat diteruskan.

Perceraian dalam istilah fiqih disebut talak atau furqah. Yang dimaksud dengan talak ialah membuka ikatan atau membatalkan perjanjian. Sedangkan furqah artinya adalah bercerai yang merupakan lawan kata dari berkumpul.

Pembagian Talak Menurut Ahli Fiqih

Talak sendiri terbagi dalam dua istilah menurut para ahli fiqih yaitu talak dalam artia umum dan talak dalam artian khusus.

Talak Dalam Arti Umum

Talak menurut arti yang umum adalah segala macam bentuk perceraian baik yang dijatuhkan oleh suami, yang ditetapkan oleh hakim, maupun perceraian yang jatuh dengan sendirinya atau perceraian karena meninggalnya salah seorang dari suami atau isteri.

Talak Dalam Arti Khusus

Talak menurut arti yang khusus adalah perceraian yang dijatuhkan oleh pihak suami. Karena salah satu bentuk perceraian antara suami istri itu ada yang disebabkan karena talak, maka untuk selanjutnya istilah talak disini dimaksudkan sebagai talak dalam arti yang khusus.

Perbuatan Paling Dibenci Allah Subhanahu Wa Ta’ala

Meskipun agama Islam membolehkan perceraian tetapi bukan berarti bahwa agama Islam menyukai terjadinya perceraian dari suatu perkawinan.

Perceraian merupakan perbuatan yang dihalalkan yang paling dibenci oleh Allah SWT. Hal ini sejalan dengan hadis Nabi Muhammad yang artinya sebagai berikut : “yang halal yang paling dibenci oleh Allah ialah talak / perceraian” (H.R. Abu Daud).

Sebab Putusnya Perkawinan

Secara lengkap putusnya suatu ikatan perkawinan menurut Hukum Islam dapat terjadi karena beberapa sebab antara lain, yaitu :

  1. Talak, ialah perceraian yang dijatuhkan oleh pihak suami.
  2. Khuluk, ialah perceraian atas persetujuan suami isteri. Caranya yaitu suami menjatuhkan talak satu kepada isterinya namun dengan syarat isteri harus memberi tebusan harta atau uang kepada suaminya. Tebusan yang diberikan isteri kepada suaminya disebut ‘iwald.
  3. Syiqaq, yaitu perceraian yang dijatuhkan oleh hakam dari kedua belah pihak suami dan isteri karena antara suami dan isteri terus menerus terjadi pertengkaran yang harus diselesaikan supaya tidak berlarut-larut dan menambah penderitaan kedua belah pihak suami isteri tersebut.
  4. Fasakh, ialah perkawinan yang diputuskan oleh Pengadilan Agama atas permintaan salah satu pihak. Biasanya yang menuntut fasakh di Pengadilan adalah isteri, sebab kalau suami yang menginginkan perkawinannya putus, ia dapat langsung mengajukan permohonan ke Pengadilan Agama untuk menjatuhkan talaknya pada isterinya.
Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

2 Responses

  1. hanya menambahkan mengutip dari m.hukum.online.com (tentang talak)
    Sayuti Thalib dalam bukunya Hukum Kekeluargaan Indonesia (hal. 100) mengatakan bahwa ” Asal hukum talak itu adalah haram. Kemudian, karena ‘illahnya maka hukum talak itu menjadi halal, atau mubah atau kebolehan”
    Jika talak diucapkan di luar Pengadilan Agama, menurut Nasrullah Nasution, SH dalam artikel Akibat Hukum Talak di Luar Pengadilan hanya sah menurut hukum agama, tetapi tidak sah menurut hukum yang berlaku di negara Indonesia.

  2. Mohon izin bertanya…bagaimana mengenai kasus perkawinan tdk tercatat dalam penyelsaian hukum talaq yg bs di sahkan .apa hanya cukup dgn surat penyataan talaq kedua belah pihak saja dgn saksi kedua keluarga saja,sedangkan salah satu pihak ingin melaksana kan perkawinan resmi dgn calon nya yg baru. Perceraian tersebut sdh tdk bs di hibdarkan lagi dan sdh terjadi beberapa kali talaq?
    Mohon penjelasannya🙏

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.