Larangan-larangan Perkawinan Dalam Hukum Islam

Meskipun perkawinan telah memenuhi seluruh rukun dan syarat yang ditentukan belum tentu perkawinan tersebut sah, karena masih tergantung lagi pada satu hal, yaitu perkawinan itu telah terlepas dari segala hal yang menghalang atau disebut juga sebagai larangan.

Larangan perkawinan yang dimaksud adalah orang-orang yang tidak boleh melakukan perkawinan, seperti perempuan-perempuan mana saja yang tidak boleh dikawini oleh seorang laki-laki, atau sebaliknya laki-laki mana saja yang tidak boleh mengawini seorang perempuan.

Dalam Al-Qur’an Surah An-Nisa’ ayat 22 – 24 dijelaskan tentang beberapa perempuan yang haram untuk dinikahi antara lain:

  1. Ibu tiri (Janda dari ayah)
  2. Ibu Kandung
  3. Anak Perempuan
  4. Saudara Perempuan 
  5. Saudara perempuan ayah
  6. Saudara perempuan ibu
  7. Anak perempuan dari saudara laki-laki
  8. Anak perempuan dari saudara perempuan 
  9. Ibu susuan
  10. Saudara perempuan sesusuan
  11. Mertua (Ibu istri)
  12. Anak tiri, bila ibunya sudah dicampuri
  13. Menantu (isteri anak kandung)
  14. Mengumpulkan 2 perempuan bersaudara sebagai isteri
  15. Perempuan yang masih terikat dengan perkawinan

Perempuan yang haram dinikahi tersebut dikarenakan adanya hubungan nasab, hubungan sesusuan, hubungan semenda dan sumpah li’an.

Adapun perempuan yang haram dinikahi karena nasab seperti

  • Ibu dan seterusnya keatas
  • Anak perempuan dan seterusnya kebawah
  • Saudara perempuan sekandung 
  • Bibi
  • Keponakan perempuan yaitu anak saudara laki-laki / perempuan dan seterusnya kebawah

Sementara itu untuk perempuan yang haram dinikahi karena sesusuan yaitu

  • Ibu susuan, ibu yang menyusui seorang anak dipandang sebagai ibu anak yang disusuinya
  • Nenek susuan yaitu ibu dari ibu susuan
  • Bibi susuan yaitu saudara perempuan dari ibu susuan atau suami ibu susuan dan seterusnya keatas
  • Keponakan perempuan persusuan yaitu cucu-cucu dari ibu susuan, sebab mereka itu dipandang anak dari saudara-saudara sendiri
  • Saudara perempuan sesusuan, baik seayah, seibu, atau seayah seibu

Larangan tersebut berdasarkan kaidah dari hadits Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasssalam yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Abu Daud, Nasa’i dan Ibnu Majah dari Aisyah r.a yang mengatakan “diharamkan karena hubungan susuan, apa yang diharamkan karena hubungan nasab.”

Mengenai berapa lama susuan yang dimaksud adalah susuan yang mengenyangkan. Terdapat beberapa pendapat mengenai penjabaran tentang susuan yang mengenyangkan tersebut (dijelaskan secara rinci di Buku Hukum Islam).

Kemudian untuk perempuan yang haram dinikahi karena hubungan semenda seperti Mertua (Ibu kandung isteri dan terus keatas), Anak tiri dengan syarat telah terjadi hubungan (jima’) dengan ibu dari anak tersebut.

Selanjutnya Menantu (isteri anak, isteri cucu dan seterusnya kebawah), Ibu tiri (janda ayah tanpa syarat baik itu pernah berhubungan maupun tidak.

Begitupula sebaliknya seorang perempuan tidak boleh kawin untuk selamanya karena hubungan kekerabatan dengan laki-laki tersebut di bawah ini :

  • Ayah, ayahnya ayah dan ayahnya ibu dan seterusnya ke atas.
  • Anak laki-laki, anak laki-laki dari anak laki-laki atau anak perempuan, dan seterusnya ke bawah.
  • Saudara-saudara laki-laki kandung, seayah atau seibu.
  • Saudara-saudara laki-laki ayah, kandung, seayah atau seibu dengan ayah, saudara laki-laki kakek, kandung atau seayah atau seibu dengan kakek dan seterusnya ke atas.
  • Saudara-saudara laki-laki ibu, kandung, seayah atau seibu dengan ibu, saudara laki-laki nenek, kandung, seayah atau seibu dengan nenek dan seterusnya ke atas.
  • Anak laki-laki saudara laki-laki kandung, seayah atau seibu, cucu laki-laki dari saudara laki-laki kandung, seayah atau seibu, dan seterusnya menurut garis lurus ke bawah.
  • Anak laki-laki dari saudara perempuan, kandung, seayah atau seibu, cucu laki-laki dari saudara perempuan kandung, seayah atau seibu dan seterusnya dalam garis lurus ke bawah.
Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.