Asas Pengenaan Pajak Dalam Hukum Perpajakan

Dalam asas perpajakan terdapat asas rechtsfilosofis, asas pengenaan pajak, asas  pemungutan pajak, asas pembagian beban pajak, dan asas dalam perbuatan undang-undang pajak.

Pembahasan pada materi kali ini yaitu mengenai Asas pengenaan pajak yang berfungsi untuk mencari jawaban atas permasalahan-permasalahan sebagai berikut:

Asas Tempat Tinggal

Asas ini sering disebut juga sebagai asas domisili. Asas negara tempat tinggal ini mengandung arti bahwa negara dimana seseorang bertempat tinggal, tanpa memandang kewarganegaraannya, mempunyai hak yang terbatas untuk mengenakan pajak terhadap orang-orang itu dari semua pendapatan yang diperoleh orang itu dengan tak menghiraukan dimana pendapatan itu diperoleh.[1]

Jadi yang mempunyai kewenangan untuk memungut pajak adalah negara dimana wajib pajak berdomisili, dan dikenakan terhadap semua penghasilan (world wide income).

Asas Negara Sumber

Asas negara sumber mendasarkan pemungutan pajak pada tempat di mana sumber itu berada, seperti adanya suatu

perusahaan, kekayaan atau tempat kegiatan di suatu negara. Negara dimana sumber itu berada mempunyai wewenang untuk mengenakan pajak atas hasil yang keluar dari sumber itu.[2]


Asas Kebangsaan

Asas ini mendasarkan pengenaan pajak seseorang pada status kewarganegaraan jadi pemungutan pajak dilakukan oleh negara asal wajib pajak. Yang dikenakan pajak ialah semua orang yang mempunyai kewarganegaraan negara tersebut, tanpa memandang tempat tinggalnya.[3]


[1] Rochmat  Soemitro, Op. Cit., h. 50.

[2] Ibid., h. 50

[3] Ibid., h. 50

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.