Apa Itu Objek, Subjek dan Wajib Pajak

Syarat mutlak atas pengenaan pajak adalah adanya objek yang dimiliki atau, dinikmati oleh wajib pajak.

Pada dasarnya objek pajak adalah manifestasi dari taatbestand (keadaan yang nyata), keadaan yang nyata ini merupakan suatu peristiwa atau perbuatan yang menurut peraturan perundang-undangan pajak dapat dikenakan pajak, kewajiban pajak dari seseorang wajib pajak muncul (secara objektif) apabila ia memenuhi taatbestand. Tanpa terpenuhinya taatbestand tidak ada pajak terutang yang harus dipenuhi atau dilunasi.

Sementara itu Subjek pajak dan wajib pajak dalam pemungutan pajak daerah kadang bisa diartikan sama, tetapi sesungguhnya keduanya memiliki pengertian yang berbeda.

Dalam beberapa jenis pajak seperti Pajak Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air, subjek pajak identik dengan wajib pajak, yaitu setiap orang yang memenuhi ketentuan sebagai subjek pajak diwajibkan membayar pajak, sehingga secara otomatis menjadi wajib pajak.

Sedangkan pada beberapa jenis pajak daerah yang lain seperti, pajak hotel, pihak yang menjadi subjek pajak tidak sama dengan wajib pajak, yaitu pengusaha hotel yang diberi kewenangan untuk memungut pajak dari konsumen (subjek pajak) oleh karena itu kedua istilah tersebut yaitu subjek pajak dan wajib pajak harus dipahami secara benar.

Seseorang atau badan yang yang menjadi wajib pajak apabila ditentukan oleh peraturan daerah wajib melakukan pembayaran pajak.

Begitu pula dengan seseorang atau badan yang diberi kewenangan untuk memungut pajak dari subjek pajak. ini menunjukan bahwa wajib pajak dapat pula menjadi subjek pajak yang dapat dikenakan membayar pajak maupun pihak lain yang bukan merupakan subjek pajak, yang berwenang memungut pajak dari subjek pajak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.