Kompilasi Hukum Islam telah mengambil jalan tengah dari perselisihan apakah ahli waris dapat menerima wasiat atau tidak. Ibnu Hazm dan fuqaha Malikiyah yang termasyhur tidak membolehkan sama sekali berwasiat kepada ahli waris. Sedangkan fuqaha Syi’ah Imamiyah memperbolehkan, asalkan mendapatkan izin dari pada ahli waris lainnya (A. Rachmad Budiono, 1999:175).

Orang yang sakit lazimnya tidak berdaya, baik mental maupun fisik. Oleh karena itu, mudah sekali timbul rasa simpati pada diri orang yang sakit itu terhadap orang-orang yang menolongnyaa. Dalam keadaan yang demikian ini mudah sekali timbul rasa sintemental. Untuk mencegah berlebih-lebihnya perwujudan perasaan yang demikian ini, maka diadakan pembatasan-pembatasan oleh hukum, supaya pihak-pihak lain (misalnya ahli waris) tidak dirugikan. Barangkali ketentuan sebagaimana tercantum dalam Pasal 207 Kompilasi Hukum Islam itu dilatarbelakangi oleh konsep bahwa tidak tepat untuk mengatakan perasaan si sakit yang demikian itu sebagai “tidak berakal sehat”, tetapi sesungguhnya memang “tidak sehat”. Akan tetapi, yang agaknya menghamburkan penafsiran itu adalah klausa yang tercantum dalam pasal tersebut, yaitu “kecuali ditentukan dengan jelas dan tegas untuk membalas jasa” (A. Rachmad Budiono,1999:176).

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *