Pengaturan mengenai wasiat dalam Kompilasi Hukum Islam diatur dalam Pasal 194 sampai dengan Pasal 209 di bawah Bab V tentang wasiat. Dalam pasal-pasal Kompilasi Hukum Islam tersebut diatur baik mengenai orang yang berhak untuk berwasiat (subjek wasiat), bentuk wasiat, jenis-jenis wasiat, pembatalan dan pencabutan wasiat, dan hal-hal lain yang berkenaan dengan wasiat.

Terdapat dua syarat komulatif dan satu syarat tambahan orang yang berhak berwasiat sebagian harta miliknya (bandingkan A. Rachmad Budiono, 1999:173) sebagaimana termuat dalam ketentuan Pasal 194 ayat (1) Kompilasi Hukum Islam, yang menetapkan bahwa “orang yang telah berumur sekurang-kurangnya 21 tahun, berakal sehat dan tanpa ada paksaan dapat mewasiatkan sebagian harta bendanya kepada orang lain atau lembaga”. Syarat kumulatif orang berwasiat tersebut sekurang-kurangnya berumur 21 tahun dan berakal sehat, sedangkan syarat tambahan orang berwasiat “tanpa ada paksaan”.

Rupanya Kompilasi Hukum Islam tidak lagi menggunakan ukuran-ukuran  yang tidak mengandung kepastian hukum untuk menentukan apakah seorang itu cakap atau tidak cakap melakukan perbuatan hukum, melainkan mempergunakan batasan umur, yaitu sekurang-kurangnya 21 tahun. Angka ini pula dipergunakan oleh KUHPerdata Indonesia untuk menentukan apakah seseorang dewasa atau belum dewasa (A. Rachmad Budiono, 1999:173-174)

[ad#adc-1]

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *