Tentang Pengakuan dan Pengesahan Anak (bag.2)

Apabila anak luar kawin di akui oleh ayahnya, maka memperoleh status anak sah. menurut hukum perdata Belanda sebagaimana tersebut dalam pasal 214 N-BW, pengesahan itu dapat terjadi karena (1) pernikahan ibu dan bapak dari anak tersebut; (2) pengangkatan oleh suami ibunya dalam jangka waktu perkawinan mereka; (3) pengakuan oleh suami ibunya setelah perkawinan putus karena kematian ibunya. Kemudian dalam Pasal 214 N-BW juga disebutkan bahwa pengesahan dapat terjadi karena ” surat pengesahan”. Permohonan surat (more…)

Read More

Tentang Pengakuan dan Pengesahan Anak (bag.1)

Perlindungan hukum yang dapat diberikan kepada anak luar kawin sebagaimana tersebut di atas agar terlepas dari beban kehidupan yang berat adalah dengan jalan pengakuan, pengesahan, dan pengangkatan. Sementara Peraturan Pemerintah sebagaimana yang tersebut dalam Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yang akan mengatur tentang nasib anak diluar kawin sampai saat ini belum diterbitkan. Dalam rangka unifikasi hukum yang bertolak kepada wawasan Nusantara dan wawasan Bhineka Tunggal Ika, maka sebaiknya perlu dipikirkan tentang lembaga pengakuan dan pengesahan anak diluar kawin guna menaikkan harkat dan martabatnya sebagai manusia ciptaan Allah SWT.

Menurut Erna Sofwan Syukrie dalam pengertian formil (more…)

Read More