Di samping itu, dengan adanya pengakuan anak itu, maka lahirnya hak memusakai dengan jalan mewaris. Khususnya dalam hal pengakuan anak untuk orang lain, sedangkan orang yang diakui itu tidak membenarkan pengakuan itu dan tidak ada bukti-bukti yang mendukung adanya pertalian nasab, maka yang mengakui mendukung resiko dengan timbulnya hak antara yang diakui dan yang mengakui, tidak sebaliknya. Menurut mazhab Hanafi bahwa orang yang diakui itu memperoleh setelah maulal muwalah. Oleh karena itu, apabila yang mengakui mempunyai ahli waris, termasuk dwawil arham, maka yang dilakukan tidak berhak mewaris, tetapi jika ahli waris suami atau istri, maka ia berhak atas sisanya karena Road kepada suami atau istri dan ini harus diakhirkan. Berbeda dengan mazhab Syafi’i bahwa hak memusakai itu bukan hak sebagai pewaris, meskipun dalam beberapa hal dianggap sebagai pewaris, misalnya penerima wasiat. Alasan mazhab Syafi’i bahwa kewarisan itu haruslah didasrkan kepada pertalian nasab yang sah.

Menurut hukum perdata sebagaimana disebutkan dalam Pasal 280 Kitab Undang-Undang Hukum perdata bahwa akibat dari pengakuan anak adalah terjadinya hubungan keperdataan antara anak dengan bapak atau ibu yang mengakuinya. Dengan kata lain, pengakuan anak itu mengakibatkan status anak yang semula sebagai anak wajar (natuurlijke kinderen) menjadi anak yang sah sehingga menimbulkan hak dan kewajiban, seperti pemberian izin kawin, pemberian nafkah, perwalian, hak memakai nama orang tua yang mengakuinya, mewaris, dan sebagainya. Tetapi hukum perdata sebagaimana yang disebutkan dalam Pasal 286 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata hanya membatasi pengakuan anak luar kawin oleh suami atau istri selama adanya perkawinan atas anak yang dipeebolehkan sebelum melaksanakan pernikahan, pengakuan itu tidak boleh merugikan istri atau suami serta anak-anak sah dari perkawinan mereka sehingga berdasarkan Pasal 286 Undang-undang Hukum Perdata setiap orang yang berkepentingan dengan adanya pengakuan anak itu dapat menggugat terhadap pengakuan anak itu supaya dibatalkan.

[ad#adc-1]

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *